Oleh: Admin | 18 Agustus 2009

Semangat & Kebersamaan: Belajar dari Arsenal

Arsenal, hampir semua penggila sepak bola tahu mengenai klub dari London Utara ini. Arsenal terkenal sebagai tim besar, sering juara liga Inggris, selalu masuk 4 besar dan langgaan Liga Champions. Arsenal mempunyai pelatih (sekaligus manager) hebat, Arsene Wenger, seorang arsitek sepak bola dari Perancis yang bergelar “The Professor”. Wenger mempunyai prinsip kuat dalam membangun tim sepak bola, semangat dan kebersamaan menjadi kata kunci. Karena itu ia lebih suka membangun tim dengan mengumpulkan para pemain muda dan hanya memasukkan 2 atau 3 pemain sedikit lebih tua tetapi tetap berusia di bawah 30 tahun.

arsenal-football-club--club-badge

Mengapa pemain muda? saya sendiri adalah salah seorang “fans” Arsenal, bukan karena nama besarnya. Saya kagum dengan sosok Wenger, prinsip kepemimpinannya dan cara-cara yang ditempuh untuk membuat maju suatu organisasi. Pemain muda yang dia kumpulkan, sebagian besar usianya di bawah 20 tahun, diharapkan akan menjadi pemain top saat berumur di atas 22 tahun. Merekrut pemain muda yang belum mencatat rekor
internasional juga mengurangi pengeluaran pembelian pemain, hebat, hemat. Lihatlah Theo Walcott, Cesc Fabregas, Niclaus Bertner, mereka sangat muda. Ada pemaian berumur seperti William Gallas dan Andrei Arshavin sebagai pelengkap agar yang muda selalu dapat belajar dari yang lebih senior. Suatu proses menuju kemajuan akan terjadi di sana.

Tugas sang arsitek adalah membangun kebersamaan dan memompa semangat juang para
prajurit muda tersebut. Kualitas mengelola si kulit bundar akan mudah jika dua syarat di atas dimiliki oleh sebuah tim. Karena sepak bola adalah olah raga dengan 11 pemain dilapangan dan beberapa di bangku cadangan. Kompak dan semangat, itu harus.

Banyak yang memprediksi bahwa Arsenal akan jatuh dan habis karena menjual Emanuel Adabayor dan Yaya Toure (kalo tidak salah ejaan) ke Manchester City. Dua orang ini adalah pemain top di Arsenal bahkan Liga Inggris, masing-masing di posisi Penyerang dan Pertahanan. Namun, apa yang terjadi? hampir semua laga pra-musim dijalani Arsenal dengan kemenangan. Laga perdana Liga Inggris tahun ini, bertemu Everton (peringkat 5 atau 6 klasemen tahun lalu), Arsenal menang telak 6-1. Kemudian, pagi ini, tim ini menang lagi, 2-0 saat bertandang ke kandang Glassgow Celtic di Irlandia. Apa yang terjadi?

Jawaban utamanya tetap semangat dan kebersamaan, tentu dengan tetap mengikutsertakan kualitas. Adebayor, selama di Arsenal memang jago di lapangan tetapi dia merupakan salah satu penyebab rusaknya kekompakan tim. Dia sering ribut dengan striker lain, Niclaues Bertner. Bagaimana dengan Toure? dia tidak pernah bicara dengan William Gallas, mantan kapten Arsenal (sekarang dipegang Fabregas). Apa yang akan diperoleh jika dokter membuang penyakit dari suatu tubuh?

Sampai saat ini, saya masih kagum dengan Arsenal, pada sang manager, prinsip dan strategi dalam membangun sebuah tim berkualitas. Strategi tinggi, prinsip yang kuat, berkarakter, anggota berkualitas, dikelilingi oleh semangat tinggi dan kebersamaan yang sangat erat…adalah sebuah kekuatan yang sulit tertandingi…sulit terbendung.

Saya masih ingat…bagaimana kuatnya pasukan yang dimanage oleh seorang manusia bernama Muhammad. Jumlah prajurit yang kecil, jauh sangat sedikit, di bandingkan musuhnya, berhasil memenangkan banyak peperangan. Contohlah saat mereka melakukan perang besar pertama, khandak, menang telak. Namun, apa yang terjadi saat mereka melakukan peperangan berikutnya, di gunung Uhud? Kalah (awalnya) dan sangat banyak prajurit yang gugur. Mengaapa?

Menurut saya, diluar dari takdir Tuhan atau terlibatnya malaikat dalam peperangan, kekompakan dan semangat sangat menentukan. Saat perang khandak, prajurit sangat taat menjalankan perintah yang komandan tertinggi, Muhammad tercinta. Saat perang Uhud, pasukan kacau ketika melihat banyak harta rampasan bertebaran, pasukan pemanah yang harusnya siaga di atas bukit ikut turun mengambil “rebutan”…dan saat itulah musuh manghancurkan pasukan yang lengah tersebut. Kekompakan dan semangat hancur saat ini, seiring jatuhnya tubuh yang tak siap diserang mendadak.

So…semangat dan kebersamaan penting sekali. Kebersamaan adalah kesetiaan terhadap kesepakatan yang disepakati. Keputusan mengenai kesepakatan, akhirnya, tentu ada pada pemimpin tertinggi.

Mari kita bangun negeri🙂


Responses

  1. me too.aq juga begitu.karena kualitas klub tidak hanya ditentukan hanya dari satu pemain saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: